Free Ebook – Lalat Penggorok Daun Bawang Merah

Artikel tentang Liriomyza chinensis sebagai hama lalat pengorok daun pada tanaman bawang. Dilengkapi pendekatan pengendalian hama terpadu dan free e-book AhliHama.

Liriomyza chinensis: Hama Lalat Pengorok Daun yang Mengancam Produksi Bawang

Liriomyza chinensis (Kato) merupakan salah satu spesies lalat pengorok daun (leaf miner) dari famili Agromyzidae yang memiliki dampak signifikan terhadap produksi tanaman bawang di Indonesia. Hama ini banyak ditemukan menyerang tanaman hortikultura, khususnya bawang merah (Allium cepa), bawang putih (Allium sativum), dan bawang daun (Allium fistulosum), yang menjadi komoditas penting bagi petani dan ketahanan pangan nasional.

Di Indonesia, keberadaan Liriomyza chinensis mulai mendapat perhatian serius sejak awal tahun 2000-an, seiring meningkatnya intensitas serangan di berbagai sentra produksi bawang. Serangan hama ini sering kali terjadi secara masif dan sulit dikendalikan apabila tidak terdeteksi sejak dini.

Kerusakan tanaman disebabkan oleh larva L. chinensis yang mengorok jaringan mesofil daun, membentuk pola korokan berkelok-kelok yang khas. Akibatnya, luas permukaan daun yang berfungsi untuk fotosintesis berkurang drastis. Daun tampak menguning, mengering, bahkan seperti terbakar. Pada tingkat serangan berat, tanaman bawang dapat mengalami penurunan pertumbuhan, gagal membentuk umbi, hingga mati.

Dampak serangan Liriomyza chinensis tidak hanya bersifat biologis, tetapi juga ekonomi. Penurunan hasil dan kualitas panen menyebabkan kerugian signifikan bagi petani. Di beberapa wilayah, serangan berat lalat pengorok daun ini bahkan dilaporkan menyebabkan gagal panen (puso). Kondisi ini sering diperparah oleh praktik pengendalian yang tidak tepat, seperti penggunaan insektisida secara berlebihan yang memicu resistensi dan menurunkan populasi musuh alami.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai bioekologi Liriomyza chinensis, gejala serangan, serta strategi pengendalian yang efektif dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT/IPM) yang mengedepankan pemantauan rutin, pengelolaan agroekosistem, serta penggunaan metode pengendalian yang rasional merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi bawang di Indonesia.

Ingin memahami identifikasi, siklus hidup, dan strategi pengendalian Liriomyza chinensis secara lebih lengkap dan aplikatif?
Dapatkan panduan praktis berbasis PHT yang disusun oleh ahli untuk membantu petani, praktisi, dan pelaku agribisnis mengendalikan hama secara efektif dan berkelanjutan.

Unduh Gratis Sekarang

📘 Free Ebook – Lalat Penggorok Daun Bawang Merah

Silahkan isi formulir di bawah ini.

Formulir Free Ebook