Cara Efektif Mengendalikan Tikus di Area Produksi

Infestasi tikus di area produksi makanan dapat mengancam keamanan pangan. Pelajari cara mencegah dan strategi pengendalian tikus yang efektif dan aman.

Infestasi tikus di area produksi makanan merupakan ancaman serius yang dapat berdampak pada kualitas produk, keamanan pangan, serta reputasi perusahaan. Hewan pengerat ini tidak hanya berpotensi mencemari bahan baku dan produk jadi, tetapi juga menjadi pembawa berbagai penyakit berbahaya.

Oleh karena itu, penerapan strategi yang efektif dan terencana untuk mengendalikan tikus menjadi hal yang sangat penting. Artikel ini akan membahas berbagai pendekatan pengendalian tikus guna menjaga lingkungan produksi tetap aman dari infestasi tikus yang merugikan.

Mengapa Tikus Ada Di Sekitar Kita?

Pada dasarnya tikus membutuhkan makanan, tempat berlindung, dan air untuk bertahan hidup. Tanpa disadari, berbagai kebutuhan tersebut sering kali kita sediakan di lingkungan sekitar kita melalui kebiasaan dan kondisi yang kurang terkelola dengan baik.

Gudang produksi makanan merupakan lokasi yang menyimpan sumber makanan yang sangat ideal bagi tikus. Makanan dan minuman yang disimpan dalam wadah yang tidak tertutup rapat, serta keberadaan sampah sisa makanan, menjadi faktor utama yang menarik tikus untuk datang dan menetap di sekitar lingkungan kita.

Kondisi sanitasi yang buruk dan pengelolaan makanan yang tidak tepat secara langsung meningkatkan risiko terjadinya infestasi tikus, baik di area produksi maupun di dalam bangunan.

Berbagai titik akses umum yang sering dimanfaatkan tikus untuk masuk ke dalam bangunan, seperti celah dan lubang kecil di sekitar pintu, lemari penyimpanan, dan jendela. Ada juga akses lain yang potensial untuk tikus masuk, misalnya lubang di sekitar pipa wastafel, retakan pada pondasi bangunan lama, serta ventilasi loteng yang tidak diberi kawat pelindung. 

Berbagai bagian bangunan yang sering dianggap sepele dapat menjadi jalur masuk yang mudah bagi tikus, terutama jika bagian tersebut terhubung langsung dengan area luar atau ruang bawah bangunan. Mengingat tikus mampu masuk melalui celah yang sangat kecil, maka penutupan serta perbaikan seluruh titik akses potensial merupakan langkah penting dan efektif dalam mencegah terjadinya infestasi.

Langkah Cegah Tikus di Area Produksi

Pencegahan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menutup celah, retakan, atau lubang pada pondasi, dinding, pintu, dan jendela di area produksi. Juga, memastikan semua bukaan dilengkapi pelindung seperti kawat kasa. Bangunan yang tertutup rapat akan mengurangi peluang tikus masuk dan menetap.

Ketersediaan makanan sebenarnya merupakan faktor utama yang menarik tikus masuk ke dalam bangunan. Namun, hal ini tidak dapat dihindari di area produksi makanan karena pasti ada makanan yang sedang diolah. Oleh karena itu, semua makanan harus disimpan dalam wadah tertutup dan sisa makanan dibersihkan setiap hari. Menjaga kebersihan sangat penting untuk menghilangkan sumber pakan tikus.

Sampah di dalam atau bahkan di luar area produksi baik dapat menjadi sumber makanan bagi tikus. Maka dari itu, pengelolaan sampah juga menjadi hal penting. Tempat sampah perlu dikosongkan secara rutin, tertutup rapat, dan tidak dibiarkan menumpuk di dalam maupun di sekitar area produksi.

Tikus membutuhkan tempat aman untuk bersarang dan berkembang biak. Tumpukan barang-barang keperluan produksi harus dikurangi karena dapat digunakan sebagai bahan sarang. Dengan menghilangkan tempat berlindung ini, populasi tikus dapat ditekan sejak awal sebelum terjadi infestasi.

Cara Kendalikan Tikus di Area Produksi Makanan

Perangkap merupakan metode pengendalian tikus yang umum digunakan. Terdapat beberapa jenis perangkap yang digunakan untuk menangkap hingga membunuh tikus. 

  1. Pertama, perangkap hidup (live trap) menangkap tikus tanpa membunuhnya. Penggunaan perangkap ini perlu kehati-hatian karena tikus yang tertangkap dapat menularkan penyakit melalui urin atau kotorannya.
  2. Kedua, perangkap jepret (snap trap) yang bekerja dengan mekanisme pegas untuk membunuh tikus secara cepat.
  3. Ketiga, perangkap elektronik yang menggunakan kejutan listrik untuk membunuh tikus secara instan.

Pemanfaatan musuh alami tikus juga bisa dilakukan, terutama predator seperti kucing, untuk membantu menekan populasinya. Predator bekerja dengan memangsa tikus secara alami sehingga dapat mengurangi jumlah tikus di area penting.

Pengendalian secara biologi umumnya tidak cukup jika digunakan sebagai satu-satunya metode, melainkan lebih efektif bila dikombinasikan dengan metode pencegahan dan pengendalian lainnya dalam sistem Integrated Pest Management (IPM).

Pengendalian tikus seringkali membutuhkan pemakaian rodentisida. Pestisida ini adalah bahan kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tikus yang diformulasikan sebagai umpan. Meskipun efektif, penggunaan rodentisida memiliki risiko yang cukup tinggi. 

Penggunaan rodentisida sebaiknya menjadi pilihan terakhir dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengikuti petunjuk penggunaan, serta menggunakan wadah umpan yang aman dan tertutup untuk meminimalkan risiko keracunan terhadap organisme non-target.

Baca Juga Artikel
Bagaimana cara membasmi tikus

Author: Dherika
Editor: Keny

Referensi

Desoky. A.E.A.S.S. (2018). Integrated Pest Management for Rodent in Buildings. Curr Inves Agri Curr Res, 4(4), 563-565. Doi: 10.32474/CIACR.2018.04.000191.Desoky. A.E.A.S.S. (2018). Review: Rodent Control Strategies in Houses. International Journal of Research Studies in Agricultural Sciences (IJRSAS), 4(3), 28-31. Doi: http://dx.doi.org/10.20431/2454-6224.0403005.